Cerita Keluarga yang Bisa Menjadi Inspirasi Bagi Semua Orang Tua

Cerita Keluarga yang Bisa Menjadi Inspirasi Bagi Semua Orang Tua

Posted on

Keluarga adalah rumah, tempat untuk berteduh dan pulang. Semua di mulai dari sini baik itu hal positif atau negatif, sementara orang tua yang ada di dalamnya bertanggung jawab penuh menjaga keutuhan keluarganya sehingga terlihat harmonis.

Rasanya pernyataan di atas cocok disematkan untuk Edith Lemay. Dia mengalami kejadian yang memilukan, di mana anak-anaknya menderita kebutaan. Di mulai dari anak pertama sampai terakhir.

Tetapi, Edith tidak putus asa begitu saja, dia tetap memiliki semangat agar mereka tidak terkurung dalam dunia yang membuatnya bersedih dan merasa berbeda dengan orang lain. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pergi keliling dunia.

Kenyataan menyakitkan keluarga Edith

Berita mengejutkan terdengar karena, sembilan anaknya harus menderita kebutaan. Salah satu yang bisa tumbuh dengan baik hanya Leo, anak terakhirnya. Apalagi, Mila anak pertamanya sudah merasakan ada masalah di kedua matanya.

Untuk mengenang semua yang akan terjadi nanti mereka memutuskan pergi berkeliling dunia. Dari satu tempat ke lainnya hanya menyenangkan diri. Tidak heran beberapa negara sudah dilaluinya mulai dari Turki, Mongolia, sampai Zimbabwe.

Seluruh anak-anaknya diperlihatkan bagaimana kehidupan ini berjalan, hingga pemandangan alam yang mengesankan. Mereka sendiri tidak percaya dengan hal yang sedang dilakukan itu, tetapi inilah yang terbaik.

Keluarga Edith mengalami kebutaan secara perlahan akibat dari penyakit genetika. Mengetahui kabar tersebut, sebenarnya Edith mulai sedih dan resah, bahkan mencoba segala cara agar penyakit itu, bisa sembuh.

Perjalanan itu dimulai saat sebastian mendapatkan uang dari menjual perusahaannya yang ternyata cukup pergi ke tempat yang disukai oleh anak-anaknya. Sebagai sebuah hadiah sehingga, mereka bisa melanjutkan hidup.

Permasalahan yang dihadapkan seakan tampak mudah, karena mereka bisa bersatu dan saling mendukung. Edith sendiri walau berada dalam sitausi terpuruk, tidak saling meninggalkan satu sama lain.

Berusaha untuk tetap bertahan

Harus diakui bahwa, kabar tentang anak-anaknya memang sangat mengejutkan. Edith sendiri merasa terpuruk dan sangat terkejut. Hanya saja, dia tidak boleh menunjukkan sisi lemahnya kepada anak-anak.

Bahkan, saat mengatakan apa yang terjadi pada diri mereka,harus tetap tegar. Apalagi, sebagai orang tua, mereka tidak ingin anak-anaknya merasa lemah dan tidak mempunyai semangat untuk hidup.

Kesulitan lainnya yang dihadapi adalah memupus harapan mereka. Sebagai contoh anak pertama yang ingin menjadi dokter bedah, melihat apa yang dirasakan saat ini, rasanya impian tersebut sulit untuk diwujudkan.

Tetapi, Edith secara perlahan mencoba memberikan pengertian kepada mereka agar terus menjaga asa dan bermimpi, siapa tahu ada keajaiban yang bisa didapatkan. Walaupun hal tersebut tetap sulit dilakukan, namun ibu tersebut tetap mencobanya.

Arti perjalanan yang dilakukan

Keluarga adalah saling menguatkan satu sama lain walau dalam berbagai kondisi. Inilah alasan mengapa mereka mengajak anak-anaknya pergi berkeliling ke satu tempat lainnya. Terlebih lagi ke negara Afrika yang memang kondisinya kurang.

Edith menginginkan anak-anaknya untuk tetap melihat, dan bisa merasakan langsung bagaimana dunia ini berjalan. Rasa tidak adil, melihat beberapa orang menderita karena, kelaparan bahkan diterpa masalah akibat dunia yang hanya berpihak pada satu orang.

Perjalanan tersebut memberikan inspirasi kepada seluruh orang tua, bahwa di dunia ini ada beberapa hal yang sulit untuk dijelaskan kepada anak-anak. Oleh karena itu, solusi terbaik adalah mereka tidak perlu menjelaskannya secara langsung, tetapi membawa mereka melihat sendiri bagaimana kenyataannya.

Mungkin, untuk usia yang masih kecil, keadaan tersebut belum paham sama sekali. Tetapi, dengan melihat langsung, mentalnya akan terbentuk dengan sendirinya. Hal itu yang nantinya menjadi kekuatan bagi anak-anak apalagi, saat mereka nanti merasakan penyakitnya bertambah parah.

Keluarga ini akan terus melakukan perjalanan ke beberapa negara dan wilayah lainnya, seperti Kamboja, Thailand, sampai Kalimantan. Hal tersebut memang harus dilakukan demi menempa mental anak-anaknya supaya lebih kuat dalam menghadapi hidup ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.